Racun Dalam Tubuh

Beberapa sumber utama racun dalam tubuh manusia yaitu udara yang tercemar/polusi udara, air yang tercemar bahan kimia, buah-buahan dan sayur-sayuran yang diimport mengandung bahan beracun, obat-obatan, bahan pengawet, zat pewarna makanan, daging hewan yang dicemari dengan zat kimia.
1. Jenis Racun Pada Makanan Yang Kita Makan Sehari-hari
Makan merupakan suatu kegiatan yang wajib bagi manusia,karena makanan merupakan satu-satunya sumber energi pada tubuh. Dengan kata lain energi hanya berasal dari apa yang kita makan. Nah tahukah anda bahwa ada sebagian makanan kita yang mengandung racun yang sangat berbahaya bagi tubuh kita, dan seringkali hal tersebut tidak kita ketahui. Berikut ini adalah jenis racun pada makanan yang kita makan sehari-hari

1.Sakarin (Saccharin)
Sakarin kira-kira 550 kali lebih manis dari pada gula biasa. Oleh karena itu ia sangat populer dipakai sebagai bahan pengganti gula. Penggunaan sakarin sebanyak 175 gram sehari dapat mengakibatkan kanker mukosa kandung kemih. Food and Drug Administation (FDA) Amerika menganjurkan untuk membatasi penggunaan sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar tidak melampaui 1 gram setiap harinya. Biasanya zat ini ada pada minuman untuk stamina yang banyak dipasaran.

2.Siklamat (Cyclamate)
Siklamat kira-kira 30 kali lebih manis daripada gula tebu. Siklamat dapat mengakibatkan kromosom sel-sel pecah. Di Inggris penggunaan siklamat untuk makanan dan minuman sudah dilarang, demikian pula di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.

3.Nitrosamin/sodium nitrit
Garam ini sangat digemari untuk mempertahankan warna asli daging serta memberikan aroma yang khas seperti sosis, keju, kornet, dendeng, ham, dll. Sodium nitrit sudah dibuktikan bersifat karsinogenik. Makanan bayi sama sekali dilarang mengandung sodium nitrit.

4.Zat Pewarna Sintetis
Dari hasil pengamatan di pasar-pasar ditemukan 5 zat pewarna sintetis yang paling banyak digemari di Indonesia. Dua dari lima zat pewarna tersebut adalah Rhodamine-B (merah) dan metanil yellow (kuning). Kedua zat ini termasuk golongan zat pewarna industri untuk mewarnai kertas, tekstil, cat, kulit, dsb dan bukan untuk makanan dan minuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kedua zat warna tersebut mengakibatkan limfoma.

5.Monosodium Glutamat (MSG)
Monosodium glutamat (MSG) atau vetsin adalah penyedap masakan dan sangat populer di kalangan para ibu rumah tangga, warung nasi, dan rumah makan. Hampir setiap jenis makanan masa kini dari mulai camilan untuk anak-anak, masakan cina, makanan tradisional dan bahkan masakan padang mengandung vetsin. MSG dapat menyebabkan degenerasi dan nekrosi sel-sel neuron, degenerasi dan nekrosis sel-sel saraf lapisan dalam retina, menyebabkan mutasi sel, mengakibatkan kanker kolon dan hati, kanker ginjal, kanker otak dan merusak jaringan lemak.

Bagi anda yang mengutamakan kesehatan,maka berhati-hatilah dalam memilih makanan yang akan kita makan.Pastikan makanan anda aman dan bebas dari Racun atau zat kimia berbahaya tadi.

2. Racun Dalam Produk Sehari-hari yang Berbahaya Bagi Anak
Beberapa racun dari peralatan rumah tangga dan produk sehari-hari diketahui dapat menyebabkan autis dan gangguan perkembangan anak seperti ADHD atau hiperaktif. Sayangnya, racun-racun ini masih banyak digunakan sampai saat ini.
1. Timbal
Timbal dapat ditemukan pada mainan anak-anak, perhiasan mainan dan keramik.

2. Methylmercury
Sumber utama methylmercury dalam ikan adalah polusi industri. Merkuri dapat terakumulasi dalam sungai, lautan, dan danau kemudian dibantu oleh bakteri berubah menjadi methylmercury yang beracun.

Ikan menyerap methylmercury dari air karena memakan organisme air. Ikan pemangsa yang besar kebanyakan lebih benyak menyimpan zat ini dalam tubuhnya, misalnya makarel, hiu, todak, tilefish

3. PCBs atau Polychlorinated biphenyl
Secara luas digunakan sebagai cairan dielektrik dan pendingin, misalnya dalam transformer, kapasitor, dan motor listrik.

4. Organofosfat pestisida
Produk yang mengandung senyawa ini bernama malathion. Banyak digunakan dalam pertanian, perumahan, tempat rekreasi umum, dan program pengendalian nyamuk. Senyawa ini dapat diserap melalui paru-paru, kulit atau lewat makanan.

5. Organoklorin pestisida
Bahan ini paling umum digunakan dalam pertanian, industri obat, dan rumah tangga seperti DDT, aldrin dan dieldrin.

6. Pengganggu endokrin
Dapat menyebabkan tumor kanker, cacat lahir, dan gangguan perkembangan lainnya. Contoh: DDT, polychlorinated biphenyls (PCB), bisphenol A (BPA), difenil eter bifenil, dan berbagai phthalates.

7. Gas buangan kendaraan bermotor
Polusi udara mempengaruhi darah dan organ tubuh sehingga berisiko mengganggu perkembangan anak.

8. Polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH)
Minyak mentah alam dan batubara mengandung sejumlah besar PAH. Bahan ini juga ditemukan dalam bahan bakar fosil olahan, tar, dan minyak nabati.

9. Brominated flame retardants
Brominated flame retardant (BFR)
Bahan ini banyak digunakan dalam plastik, tekstil, alat elektronik, mebel dan jok mobil.

10. Senyawa perfluorinated atau perfluorinated compound (PFC)
PFC sangat tahan terhadap kerusakan dan banyak dipakai pada pakaian, karpet, mebel, dan kemasan makanan (kotak pizza dan makanan cepat saji).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s