Link

Kategori Penyakit
Sirkulasi Darah Jantung & Otak | Pencernaan | Hati / Liver | Kantung Empedu | Pankreas | Ginjal & Saluran Kemih | Paru – paru | Saraf Otak | Tulang & Sendi | Gula Darah / Diabetes | Racun Dalam Tubuh | Prostat & Seksual Pria | Kebidanan & Kandungan | Kulit | Sistem Endokrin | Sistem Imun | Malnutrisi | Alergi | Mata | Obesitas / Kegemukan

Saran Ahli & Suplemen Kesehatan
Sirkulasi Darah Jantung & Otak | Pencernaan | Hati / Liver | Kantung Empedu | Pankreas | Ginjal & Saluran Kemih | Paru – paru | Saraf Otak | Tulang & Sendi | Gula Darah / Diabetes | Racun Dalam Tubuh | Prostat & Seksual Pria | Kebidanan & Kandungan | Kulit | Sistem Endokrin | Sistem Imun | Malnutrisi | Alergi | Mata | Obesitas / Kegemukan

Direktori Penyakit
Disusun menurut urutan abjad dari A sampai Z, klik di sini

Direktori & Harga Produk
Klik di sini

Produk Unik dan Berkualitas
Kecantikan, Perawatan Diri, & Rumah Tangga
Glanz Bioequa Series | Silviang KK Nanospray | Kangzen Sikat Gigi | Kangzen Pasta Gigi | Shower & Bath Gel Aromatheraphy | Hand & Body Lotion | Transparant Soap | Hair Grooming Cream | Beauty Code Acne Series | Beautyzen Series | Kristine Ko-Kool | Clarisse Caffeine Suit

Kesehatan Alami & Kesehatan Umum
Kopi Tongkat Ali | Natesh | KK Liforce | Vitayang Fish Oil + EPO | Vitayang Colostrum | Minuman Serbuk Kedelai | Vitayang Pureway-C | Niwana SOD | Supergreen Food (SGF) | KK Sinbisu | Medigel Natural Aloe Vera | KK Balm | Bio Multiple Cream (BMC) | Vitayang Gamat with Astaxanthin | Vitayang Coenzym Q-10 | Vitayang Slimming Kapsul | Vitayang Stopirai

Tentang Pasien Pintar
Klik di sini

Artikel Kesehatan
Hati-hati Mengkonsumsi Air Minum dalam Kemasan
Menyembuhkan Kanker Secara Alami
Musim Pancaroba: Waspadai Datangnya Berbagai Penyakit
Kopi Tongkat Ali – Berbahaya atau Bermanfaat?
Medical Check-Up, Perlukah?
Kista, Mioma, dan Endometriosis
Radikal Bebas & Antioksidan
Seputar Medical Check-Up
Penyakit yang Sering Muncul pada Saat Musim Hujan
Pelayanan Medical Check-Up / Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Tanya Jawab
KK Liforce | Minuman Serbuk Kedelai | Niwana SOD

Testimoni
Alergi | Liver & Asam Urat | Gula Darah / Diabetes | Kista

Susu Kedelai dapat Mencegah Osteoporosis

Selama ini susu dikenal sebagai salah satu minuman sumber kasium yang baik untuk tulang dan dapat mencegah osteoporosis. Kalau kita berbicara soal susu maka yang paling sering terbesit di pikiran kita adalah susu sapi. Namun ada susu lain yang mempunyai nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan susu sapi yaitu susu kedelai. Apakah susu kedelai dapat mencegah osteoporosis?

susu-kedelai-dapat-mencegah-osteoporosis_l-213318-331822

Osteoporosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi rapuh dan sering menjadi penyebab resiko patah tulang atau fraktur. Menopause yang biasanya terjadi pada wanita usia 40-an atau 50-an, secara dramatis meningkatkan kecepatan keropos tulang, itulah yang menyebabkan osteoporosis pada wanita cenderung lebih tinggi dibandingkan pria.

Cara terbaik mencegah osteoporosis adalah dengan menjaga asupan gizi sedini mungkin yang berkaitan dengan pembentukan tulang seperti kalsium dan vitamin D. Susu sapi telah lama diketahui sebagai sumber kalsium, namun ternyata susu yang terbuat dari kacang kedelai terbukti kaya akan kalsium dengan penyerapan yang lebih baik sehingga mampu menjaga tulang dan mencegah osteoporosis.
Di dalam susu kedelai juga terdapat isoflavon yang dikenal dengan phytoestrogen yang tidak terdapat dalam susu sapi. Phytoestrogen merupakan senyawa kimia berefek seperti estrogen. Hasil penelitian Linus Pauling Institute menyatakan bahwa efek estrogen dari phytoestrogen bisa membantu memelihara dan menjaga tulang. Senada dengan hal ini juga telah dilakukan penelitian dan menunjukkan hal yang sama pada tahun 2002. Phytoestrogen dalam kedelai diyakini memiliki efek mampu merangsang metabolism dan membangun tulang. Proses membangun tulang dikoordinasikan oleh sel-sel osteoblastik, sedangkan kerusakan tulang dirangsang oleh sel osteoclastical. Pada usia sampai sekitar 20 tahun pertumbuhan didominasi oleh sel-sel osteoblastik sehingga tulang tumbuh dengan baik.

Oleh karena itu, untuk menbangun tulang hingga usia berapa pun dan mencegah osteoporosis bisa melalui pola makan dan olahraga. Dengan menkonsumsi 2 cangkir susu kedelai setiap hari sudah cukup untuk membantu tubuh membangun tulang dan mengurangi resiko osteoporosis.

Pelayanan Medical Check-Up / Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kini hadir MEDICAL CHECK-UP dengan harga SANGAT TERJANGKAU. Teknologi canggih dari Jerman yang komplit mendeteksi secara dini adanya penyakit dan mengukur kondisi sistem organ tubuh manusia (akurasi alat 95 persen). Kami juga menyediakan konsultasi langsung dengan Dokter ahli sehingga Anda dapat segera memperoleh penanganan medis yang tepat sasaran.
Berbagai pemeriksaan kesehatan yang tersedia, antara lain:
Sistem Peredaran Darah Jantung dan Otak – Pencernaan – Hati / Liver – Kantung Empedu – Pankreas – Ginjal dan Saluran Kemih – Paru-paru – Otak dan Saraf Otak – Tulang – Potensi Penyakit Rematik – Pertumbuhan Tulang – Kepadatan Mineral Tulang – Gula Darah / Diabetes – Kecukupan Mineral – Kecukupan Vitamin – Asam Amino – Koenzim – Sistem Endokrin / Hormonal – Sistem Kekebalan Tubuh – Kandungan Toksin / Racun – Kandungan Logam Berat – Dasar Kesehatan Manusia – Alergi – Kesehatan Kulit – Kesehatan Mata – Prostat (M) – Reproduksi Wanita (F) – Reproduksi Pria (M) – Payudara (F) – Obesitas – Trace Element

Please click here and ask our team member for Information, Booking, Price, Special Promo, Events, and Medical Check-Up Packages.

Remember : Early Detection Saves Lives!
Di setengah kehidupan, kita mengorbankan kesehatan untuk mendapatkan uang. Di setengahnya lagi, kita mengorbankan uang untuk mendapatkan kesehatan kita (F.M. Voltaire). Tidak ada keluhan bukan berarti tidak ada penyakit. Deteksi dini sangat diperlukan, karena banyak penyakit yang tidak mempunyai gejala, tahu-tahu sudah menimbulkan segala macam komplikasi.

Penyakit yang Sering Muncul pada Saat Musim Hujan

Musim hujan yang telah tiba banyak memunculkan ancaman penyakit. Simak penyakit-penyakit yang harus diwaspadai di musim hujan ini dan kiat menjaga tubuh sbb :
1. Penyakit yang disebabkan virus seperti flu, demam berdarah, diare dan muntah.
2. Penyakit yang disebabkan bakteri dan parasit, terutama di daerah yang airnya meluap sehingga bakteri dan parasit dari septic tank atau kotoran hewan terangkat dan hanyut. Mengkontaminasi air dan bahan makanan seperti sayur, dan menginfeksi manusia, menyebabkan penyakit seperti diare, disentri, cacingan.
3. Penyakit yang disebabkan jamur, karena kelembaban pada pakaian yang tidak bisa dikeringkan dengan baik, menyebabkan jamur kulit seperti di selangkangan, sela jari kaki, lipat payudara.

Sedangkan penyakit yang tidak berhubungan dengan lingkungan tapi terkait dengan perubahan cuaca adalah:
1. Asma, kalau peka terhadap cuaca mungkin jadi sering kambuh, bisa disertai infeksi bakteri yang penyembuhannya jadi lebih lama.
2. Hidung sering tersumbat karena keseimbangan persyarafan didaerah hidung terganggu

Sementara kebiasaan buruk yang muncul saat musim hujan datang adalah:
1. Mudah lapar, sehingga makan lebih banyak, kemungkinan berat badan meningkat, gangguan metabolisme seperti glukosa darah jadi terganggu, kolesterol meningkat, kekebalan tubuh menurun.
2. Kurang minum karena khawatir sering ke toilet yang memudahkan infeksi saluran kemih pada wanita.
3. Sering merokok dengan alasan menghilangkan dingin padahal sudah jelas merokok mengancam kesehatan paru.

Agar tetap sehat di musim hujan, disarankan:

1. Usahakan melakukan pemanasan badan dengan olahraga ringan pada pagi hari. Sedikit stretching, jalan cepat, loncat-loncat sudah akan membuat sedikit berkeringat dan menghangatkan badan. Sesampai tempat kerja, gunakan tangga sesering mungkin (kalau kerja di lantai 23, cukup naik lift sampai lantai 21, lalu naik tangga sampai lantai 23).

2. Sediakan sepatu, kaos kaki (pria), stocking (wanita) ekstra di kantor sehingga kaki tidak perlu basah. Lebih praktis lagi kalau sepatu kantor hanya dipakai di kantor. Waktu pergi dari rumah gunakan sepatu lain atau bahkan sendal yang mudah dikeringkan sehingga sampai di kantor, sesudah dikeringkan supaya tidak bau, tinggal disimpan dalam kantung kedap air dan tertutup jadi tetap rapi kalau disimpan di bawah meja kerja.

Kenakan kaos kaki atau stocking sesudah sampai di tempat kerja sesudah mengeringkan kaki dengan handuk kecil/tissue/handuk kertas. Kalau dalam bekerja diperlukan banyak bepergian, siapkan sepatu (pilih yang ringan dan anti slip) dalam tas, kenakan sesudah di tempat tujuan.

Semua itu bertujuan untuk mencegah kita jalan berjinjit (dengan harapan tidak begitu basah, padahal tidak ada gunanya karena air tetap merembes dari ujung sepatu dan melembabi jari kaki, daerah yang mudah untuk ditumbuhi jamur baik kulit atau kuku). Jamur kulit kaki bisa menyebabkan bau yang keras, sementara jamur kuku perlu waktu lama untuk penyembuhan.

3. Banyak minum air hangat, bisa diberi sedikit jahe tanpa gula atau pepermint, beberapa tetes juruk nipis/lemon. Ini akan membantu menghangatkan badan dan mengurangi lapar. Minum kopi atau teh akan memacu buang air kecil lebih banyak sehingga menyebabkan kekurangn cairan yang tidak disadari.

4. Sediakan buah seperti pisang, apel/pear/mangga yang sudah dikupas, jeruk yang sudah ranum dalam kotak plastik ringan untuk disantap sewaktu-waktu lapar. Ini akan menghindarkan kelebihan masukan karbohidrat dari tepung seperti roti, nasi, biskuit, crackers, gula, kelebihan garam dan lemak.

5. Jangan lupa payung, bahkan kalau perlu topi plastik yang biasa digunakan kalau mandi, daripada kepala pusing kebasahan atau sakit.

Sumber: detikhealth

Testimoni – Menyembuhkan Kista Tanpa Operasi dengan Niwana SOD dan Supergreen Food

NB: Testimoni yang tercantum di bawah ini benar apa adanya, bukan sekedar cerita saja karena dilengkapi pula dengan data medis. Semua data-data laboratorium sebelum dan setelah mengkonsumsi produk dan proses kesembuhan/perbaikan telah diberikan oleh testimonior kepada perusahaan (PT KK Indonesia). Untuk menjaga privasi testimonior dan juga atas permintaan testimonior maka semua kontak dan pertanyaan seputar testimoni dapat disampaikan melalui perusahaan. Namun untuk kasus-kasus krusial dan sejenis, dimungkinkan kontak terbuka setelah mendapat persetujuan terlebih dahulu dengan testimonior.

Kesaksian dari Neni Wiana, 32 th – Padang

Pada Oktober 2008, seminggu sebelum dan setelah datang bulan, perut sebelah kiri sampai ke pinggang terasa sakit sekali. Sampai-sampai punggung dan kaki kiri saya terasa kram karena menahan rasa sakit, bahkan pernah sampai pingsan.

Kemudian pada November 2008 kejadian yang sama terulang kembali dan seminggu setelah datang bulan saya mengalami keputihan. Akhirnya saya memeriksakan diri ke dokter kandungan. Melalui USG diketahui di rahim saya ada kista sebesar 3,5 cm dan juga tampak gambaran rahim saya kotor. Dokter menyarankan dioperasi saja tapi saya tolak karena takut sulit punya keturunan nantinya dan memutuskan minum obat dokter saja. Sebulan kemudian ternyata kistanya bertambah besar menjadi 4,5 cm. Kembali dokter menyarankan untuk segera dioperasi.

Atas saran orang tua saya dianjurkan meng-konsumsi Niwana SOD 3 x 2 sachet ditambah Supergreen Food (SGF) 10 tablet setiap hari. Seminggu setelah itu perut sebelah kiri terasa sakit seperti datang bulan dan setelah itu keluar darah segar. Dua hari kemudian keluar bongkahan daging seukuran 4 cm. Selanjutnya Niwana SOD saya turunkan jadi 2 x 2 sachet. Kemudian saya periksa lagi ke dokter. Dari USG diketahui rahim saya bersih dan yang membuat dokter heran kista saya kok bisa hilang. Terima kasih Tuhan, Engkau telah berikan kesembuhan melalui Niwana SOD dan Supergreen Food (SGF).

Seputar Medical Check-Up

Kata medical check-up sudah sering kita dengar baik dari kerabat atau teman kita. Sehingga kata ini bukan kata yang asing buat kita. Bahkan ada yang rela sampai ke luar negri atau membayar mahal untuk melakukannya.

APAKAH MEDICAL CHECK-UP ITU?
Medical check-up sama dengan pemeriksaan fisik. Tetapi masyarakat lebih familier dengan istilah check-up, bahkan orang yang mau kontrol penyakit ke dokter saja mengatakan mau check-up. Jadi masyarakat masih belum bisa membedakan istilah medical check-up yang sebenarnya dengan kontrol ke dokter karena suatu penyakit.

Sebenarnya medical check-up sendiri atau sering disingkat dengan MCU merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seorang dokter dalam melakukan pemeriksaan pada tubuh pasien untuk mencari adanya kejanggalan atau gejala dari suatu penyakit. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan secara rutin satu tahun sekali, untuk melihat adanya kejanggalan pada tubuh orang yang tidak memiliki keluhan yang berarti. Tidak ada keluhan bukan berarti tidak ada penyakit dalam tubuh seseorang karena ada juga beberapa penyakit yang tidak mempunyai gejala. Jadi sifatnya seperti air tenang yang menghanyutkan. Tidak terlihat gejala apapun dari luar tetapi tahu-tahu penyakitnya sudah menimbulkan segala macam komplikasi. Seperti hepatitis B yang tidak mempunyai gejala sebelum menimbulkan sirosis hepatis atau kanker hati atau kanker leher rahim yang tidak ada gejala pada tahap awal. Demikian juga orang yang mempunyai kadar gula tinggi pun sering tidak menyadari kalau kadar gulanya tinggi di dalam darah.
Nah disinilah peranan medical check-up untuk menemukannya!

Pemeriksaan medical check-up dilakukan secara lengkap dari kepala sampai dengan kaki, mulai dari anamnesa sampai pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan ini bertujuan :
1. Mendeteksi secara dini adanya suatu penyakit dalam tubuh seseorang. Jadi jangan tunggu sudah ada penyakit atau sudah lanjut usia baru melakukan medical check-up seperti pengertian beberapa orang karena akan terlambat untuk mengetahui adanya penyakit di dalam tubuh.
2. Mengatasi secepat mungkin gangguan kesehatan yang telah ditemukan.
3. Mencegah penyakit yang telah dideteksi secara dini tidak belanjut.
Intinya, medical check-up adalah pencegahan yang dilakukan secara dini untuk menemukan adanya suatu penyakit untuk menghindari komplikasi atau kerugian yang lebih besar yang disebabkan oleh gangguan penyakit.

APA GUNANYA MEDICAL CHECK-UP?
Dengan melakukan medical check up secara rutin minimal 1 tahun sekali, kesehatan kita termonitor dengan baik. Jika sudah mengetahui tubuh kita sehat, kita tidak perlu kuatir dengan berbagai penyakit sehingga kesibukan atau acara penting yang sudah kita persiapkan jauh-jauh hari tidak akan terganggu oleh penyakit.
Jika hasil medical check-up ditemukan adanya gangguan, tentunya dapat segera dilakukan pengobatan untuk mencegah penyakit bertambah parah.
Dengan demikian, medical check-up termasuk pencegahan sekunder, yaitu deteksi dini.

SIAPA SAJA YANG BOLEH MELAKUKAN MEDICAL CHECK-UP?
Medical check-up bisa diikuti oleh siapa saja yaitu :
1. Masyarakat umum
2. Calon nasabah dari sebuah perusahaan asuransi
3. Calon karyawan suatu perusahaan
4. Pemeriksaan berkala karyawan perusahaan

MEDICAL CHECK-UP SEBAGAI INVESTASI BUKAN COST
Medical check-up dapat dikatakan sebagai investasi, karena di Indonesia pengobatan sangat mahal. Karena medical check-up sebagai pencegahan sekunder yaitu deteksi dini, jika sudah terlihat ada yang tidak normal dapat diobati sesegera mungkin untuk menghindari komplikasi lebih lanjut yang membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

Sudahkan anda melakukan medical check-up tahun ini?

Radikal Bebas & Antioksidan

90% Penyebab Penyakit Degeneratif adalah Berasal dari Radikal Bebas

Radikal Bebas & Bahayanya
Radikal bebas merupakan suatu atom, molekul, atau senyawa yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga sangat reaktif.

Pembentukan radikal bebas dalam tubuh:
– Pada waktu kita bernapas (hasil samping proses oksidasi atau pembakaran)
– Olahraga yang berlebihan
Jika terjadi peradangan
– Terpapar polusi Lingkungan (asap rokok, kendaraan bermotor, radiasi, dll)
– dll

Pada saat terjadi infeksi, radikal diperlukan untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi. Tetapi paparan radikal bebas yang berlebihan dan secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan sel untuk beradaptasi terhadap lingkungannya, dan para akhirnya dapat menyebabkan kematian sel. Radikal bebas bersifat reaktif, dapat menyebabkan kerusakan sel, mengurangi kemampuan adaptasi sel, bahwa kematian sel sehingga timbul gangguan / penyakit.

Penyakit yang disebabkan atau dikaitkan dengan radikal bebas :
– Kanker
– Aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah)
– Penuan (Aging)
– Penyakit neurodegeneratif (Alzheimer Disease, Dementia/pikun, dll)
– Penyakit / gangguan paru, hati & ginjal
– Katarak, dll

Sistem Antioksidan Tubuh, Melawan Bahaya Radikal Bebas
Untuk memlawan bahaya radikal bebas, tubuh telah mempersiapkan penangkal yaitu dengan sistem antioksidan. Ada 3 golongan antioksidan dalam tubuh yaitu :
1. Antioksidan Primer: Berfungsi mencegah pembentukan radikal bebas, misalnya Transferin, Feritin, albumin.
2. Antioksidan Sekunder: Berfungsi menangkap radikal bebas dan menghentikan pembentukan radikal bebas, misalnya Superoxide Dismutase (SOD), Glutathion Peroxidase (GPx), Vitamin C, Vitamin E, B-Caroten, dll. Tidak banyak orang yang membahas tentang SOD. Tapi SOD harus dimakan dalam bentuk makanan tambahan. Karena SOD adalah senyawa yang bermolekul tinggi yang tidak bisa diserap tubuh. Perlu penelitian khusus untuk itu, tapi sekarang telah ditemukan. Sayang tidak banyak produk dipasaran yang bisa merekayasa supaya bahan lain bisa bekerja seaktif Enzim SOD ini . Produk makanan tambahan yang dapat bekerja seaktif Enzim SOD ini adalah Niwana SOD.
3. Antioksidan Tersier atau repair enzyme: Berfungsi memperbaiki jaringan tubuh yang rusak oleh radikal bebas.

Pemeriksaan Status Antioksidan
Saat ini telah tersedia pemeriksaan laboratorium untuk menilai sistem antioksidan tubuh yaitu :
– Status Antioksidan Total (SAT). Merupakan pemeriksaan untuk mengukur kapasitas dan aktivitas total antioksidan yang terdapat dalam tubuh.
– Superoxide dismutase (SOD)
– Gluthatione Peroxidase (GPx)

Mengapa kita perlu memeriksa Status Antioksidan?
– Memberikan informasi tentang kapasitas status antioksidan seseorang.
– Untuk menilai daya tahan tubuh atau paerlindungan tubuh terhadap serangan radikal bebas.

Siapa saja yang perlu periksa Status Antioksidan?
Mereka yang banyak terpapar polusi lingkungan atau mereka yang rentan terhadap bahaya radikal bebas:
– Lanjut Usia
– Perokok
– Kegemukan
– Pasien Diabetes Melitus
– Penderita Hipertensi
– Penderita peradangan kronis, dll.

Kapan kita Memeriksa Status Antioksidan?
1. Untuk Skrining awal, yaitu sebelum dilakukan terapi dan sebelum pembelian suplemen antioksidan.
2. Untuk monitoring (atau menilai hasil terapi), yaitu dilakukan setelah pemberian obat atau suplemen antioksidan.

Bagaimana kita dapat melakukan pemeriksaan Status Antioksidan?
Untuk melakukan pemeriksaan Status Antioksidan diperlukan sampel darah dan tidak diperlukan persiapan khusus sebelumnya. Anda dapat melakukan pemeriksaan Status Antioksidan total, SOD, GPx di Laboratorium terdekat. Paparan radikal bebas dapat menimbulkan berbagai penyakit, tetapi tubuh kita mempunyai sistem untuk menangkalnya yaitu dengan sistem antioksidan. Dengan pemeriksaan status antioksidan tubuh, kita dapat mengetahui daya tahan tubuh terhadap radikal bebas, menentukan perlu tidaknya terapi atau suplemen antioksidan, dapat melakukan upaya untuk mencegah timbulnya penyakit yang berkaitan dengan radikal bebas, dan memantau terapi / pemberian suplemen antioksidan.

(Disarikan dari berbagai sumber)

Kista, Mioma, dan Endometriosis

Nyeri hebat setiap kali haid? Hati-hati, bisa jadi itu gejala endometriosis. Tapi bisa jadi gejala kista atau mioma uteri juga. Apa, sih bedanya?

Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. “Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid,” kata dr. Sugi Suhandi Iskandar, SpOG dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Sementara kista indung telur atau kista ovarium adalah suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). “Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar,” tambah Sugi.

Lain lagi dengan mioma uteri. “Mioma uteri adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut), serta juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim).”

Rangsangan Estrogen
Penyebab ketiga gangguan di atas sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti dan masih terus diteliti. “Sekarang, semua penyakit memang diarahkan ke faktor genetik sebagai penyebab. Kanker payudara misalnya, sudah diketahui gen-nya. Kalau si ibu kena kanker payudara, anaknya harus siap-siap. Tapi mioma, kista, dan endometriosis ini belum,” terang Sugi.

Sebagian ahli berpendapat, mioma uteri terjadi karena adanya perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada di otot rahim. “Jadi, mioma uteri ini akibat pengaruh estrogen. Makanya, sangat jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas, bahkan nyaris tidak pernah. Anak usia ini, kan, belum ada rangsangan estrogennya. Sementara pada wanita menopause, mioma biasanya mengecil, karena estrogen sudah berkurang.”

Penyebab kista dan endometriosis pun belum diketahui persis, “Belum ketahuan, misalnya apakah kista disebabkan oleh kelenjar yang tersumbat sehingga membesar,” kata Sugi. Sementara salah satu penyebab endometriosis diduga adalah adanya muntahan sel-sel endometriosis keluar rongga rahim saat haid. “Nah, sel-sel edometriosis ini kemudian menempel di luar rongga rahim. Ada juga yang menyebut endometriosis mengikuti aliran darah atau ikut aliran kelenjar limfa, sehingga bisa saja terjadi endometriosis di paru, mata, dan sebagainya. Ada lagi yang mengatakan endometriosis disebabkan oleh pencemaran lingkungan dan pola hidup tak sehat. Jadi, masih belum pasti sebabnya.”

Diagnosis pasti endometriosis biasanya diperoleh lewat pemeriksaan laparoskopi. “Endometriosis bisa sedang bisa berat, tergantung jumlah, lokasi, dan gejalanya. Kalau berat, bisa muncul nyeri perut, bahkan sampai menyebabkan infertilitas (kemandulan).”

Obatnya : Hamil
Ketiga gangguan ini tentu bisa berdampak buruk, tergantung lokasi, ukuran, dan gejala yang ditimbulkan. Misalnya mioma. “Kalau tidak menimbulkan gejala, meski ukurannya besar, ya, enggak ada dampaknya. Endometriosis , meski sedikit, tapi kalau menyebabkan nyeri hebat setiap kali mens, tentu bisa mengganggu. Kista berukuran di atas 4 cm, misalnya, cenderung terpuntir. Jika terpuntir, ia akan kekurangan oksigen dan makanan, sehingga timbul nyeri yang sangat. Ini harus dioperasi,” jelas Sugi.

Untuk mengatasinya, upaya yang dilakukan sekarang lebih ke pencegahan. “Hidup sehat, pola makan dan pola hidup yang baik, lakukan check-up medis minimal setahun sekali untuk ibu-ibu atau wanita yang sudah pernah berhubungan seks. Dengan pemeriksaan teratur, gejala awal bisa terdeteksi lebih dini,” ujar Sugi.

Pada waktu melakukan pap smear, sebaiknya sekalian dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat rahim dan indung telur. “Kalau tidak ada fasilitas USG, bisa dilakukan pemeriksaan dalam. Dilihat rahimnya bagaimana, besarnya normal apa enggak, bentuknya konsisten apa enggak, indung telur kanan dan kiri bagaimana, dan sebagainya. Kalau teraba ada massa, harus hati-hati.”

Pengobatan endometriosis sendiri bisa dengan obat minum, suntik, atau operasi. “Kalau endometriosis ringan, begitu hamil, biasanya endometriosisnya malah sembuh, karena endometriosis, kan, dikeluarkan selama haid. Selama tidak haid, ia biasanya mati/tidur,” ujar Sugi seraya meneruskan, “Jadi, sebetulnya obatnya adalah hamil.”

Oleh karena itu, pengobatan endometriosis biasanya dengan pengobatan pseudo-pregnancy atau pseudo menopause. “Dibuat seperti menopause atau hamil, sehingga endometriosisnya tidak tumbuh.”

Waspadai Kanker Ovarium
Hati-hati, selain kista, ada pula gangguan yang mirip kista, yakni kanker ovarium. “Waspada bila terdapat massa di dalam perut berbentuk seperti kista, dan dari pemeriksaan USG terlihat berpupil-pupil, pola pembuluh darahnya tersebar tidak beraturan. Biasanya diperiksa dengan tumor marker. Kalau hasilnya tinggi, berarti bukan kista biasa. Kemungkinan besar kista endometriosis atau keganasan (kanker),” kata Sugi.

Kanker ovarium merupakan silent killer. “Diam-diam tanpa gejala, tapi mematikan. Berbeda dengan kanker leher rahim yang memiliki gejala seperti perdarahan, kanker ovarium tidak. Tidak ada gejala apa-apa, tahu-tahu sudah menyebar kesana kemari. Sulit diobati. Oleh sebab itu, pencegahan dininya adalah melakukan pemeriksaan teratur.”

Kapan Diangkat?
Salah satu terapi mioma dan kista adalah dengan pengangkatan (operasi).

Kapan mioma harus diangkat?
1. Bila ukurannya lebih besar dari ukuran kehamilan usia 12 minggu.
2. Bila mengganggu keadaan umum, misalnya perdarahannya banyak sampai perlu transfusi.
3. Bila pembesarannya cepat. Misalnya 3 bulan lalu masih 2 cm, sekarang sudah 6 Cm.

Kapan kista harus diangkat?
Bila besarnya lebih dari 4 cm, karena di atas 4 cm, risiko untuk terpuntir besar. Besar kista di atas 4 cm bukan kista folikel. Kista folikel adalah kista yang pecah setiap menjelang masa subur. “Kalau besarnya di atas 4 cm, biasanya kista fungsional. Pada saat haid, biasanya tidak ada folikel. Begitu saat haid ada massa, berarti kista fungsional.Untuk meyakinkannya, dilakukan USG saat haid,” terang Sugi.

Nyeri Hebat Saat Haid
Bagaimana  sih, mengenali gejala endometriosis, kista, atau mioma? Berikut beberapa gejala yang hampir sama dan harus diwaspadai:
1. Nyeri haid hebat dan terus menerus.
2. Pembesaran di perut. Kadang-kadang, kalau masih kecil, belum teraba. Tapi, semakin besar, akan makin teraba seperti ada benjolan.
3. Muncul gejala-gejala penekanan akibat pembesaran kista/mioma. Misalnya, ke depan menekan kandung kencing, ke belakang ke rektum. Akibatnya, muncul gangguan buang air besar dan buang air kecil.
4. Pada mioma uteri, jika ukurannya besar, bisa menekan organ-organ sekitarnya.
5. Jika kista bertangkai, bisa muncul nyeri perut tiba-tiba, bahkan muntah-muntah akibat tangkai kista yang terpuntir.
6. Bisa juga membuat luas permukaan endometrium menjadi lebih tebal, sehingga haid jadi lebih banyak. “Ini karena kontraksi rahim berkurang atau terganggu, sehingga perdarahan saat mens lebih banyak,” terang Sugi.

(Sumber:  Tabloid NOVA Edisi No. 908 / XVIII / 18-25 7 2005)

Informasi penyakit-penyakit lain yang berhubungan dengan Kebidanan & Kandungan dapat dilihat di sini

Saran Ahli dan Suplemen Kesehatan untuk mengatasi penyakit-penyakit yang berhubungan dengan Kebidanan & Kandungan dapat dilihat di sini

Kista dan Mioma dapat di sembuhkan dengan Niwana SOD, lihat testimoninya:
1. Menyembuhkan Kista Tanpa Operasi
2. Mengobati Mioma dan Penebalan Dinding Rahim