Hati / Liver

Penyakit hati merupakan gangguan fungsi hati yang menyebabkan hati gagal atau tidak dapat bekerja secara optimal sesuai dengan fungsi kerjanya. Umumya 75% jaringan hati terpengaruh terlebih dahulu sebelum terjadi penurunan fungsi hati.

Jenis penyakit hati sangat beragam tergantung dari penyebabnya. Berikut ini ada beberapa faktor penyebab umum dari penyakit hati :

1. Infeksi virus hepatitis
Bersumber dari bahan makanan dan minuman yang telah terkontaminasi, jarum suntik, aktivitas seksual yang tidak sehat, dll.

2. Toksin/racun
Terjadi karena konsumsi obat-obatan dan alkohol yang bersifat toksik pada hati. Terlalu banyak mengonsumsi obat akan menimbulkan penimbunan obat dalam hati sehingga beresiko pada kesehatan hati.

3. Genetik atau keturunan
Seperti pada beberapa kasus penyakit hati hemochromatosis.

4. Gangguan kekebalan atau sistem imun tubuh
Seperti pada kasus hepatitis autoimun dimana sistem kekebalan melakukan perlawanan terhadap jaringan tubuh sendiri terutama pada sel-sel hati sehingga menimbulkan peradangan pada hati.

Beberapa penyakit Hati / Liver:
1. Kanker Hati
Disebabkan oleh senyawa karsinogenik diantaranya aflatoxin, polyvinyl chloride (bahan pembuatan plastik), virus, dll. Aflatoxin merupakan racun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus dan dapat mengkontaminasi makanan selama penyimpanan, seperti kacang-kacangan, padi dan singkong terutama pada daerah tropis. Hepatitis B dan C maupun sirosis hati dapat berkembang menjadi kanker hati.

2. Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toksin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

3. Sirosis Hati
Sirosis hati adalah jenjang akhir dari proses fibrosis hati yang merupakan konsekuensi dari penyakit kronis hati yang ditandai dengan adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya. Sirosis ini paling sering disebabkan oleh minuman keras, hepatitis B dan C dan kegemukan tetapi masih banyak kemungkinan penyebab lain.

4. Alkoholisme
Alkohol dapat mempengaruhi kerja tubuh dan pikiran. Pengaruhnya juga akan mengganggu pertumbuhan, menambah kondisi stress, menghambat aktivitas dan dapat mengubah emosi.

Konsumsi Alkohol yang berkepanjangan dapat menghambat liver untuk memproduksi enzim yang diperlukan dalam proses pencernaan, merusak kemampuan tubuh dalam menyerap protein dan lemak, nutrisi esensial serta vitamin A,D,E,K. Toksin yang dihasilkan oleh alkohol mempunyai efek yang sangat berbahaya. Liver akan mengalami perlemakan, kemudian berkembang menjadi hepatitis dan biasanya akan berakibat fatal yaitu sirosis. Selain itu pankreas, otak dan sistem syaraf pusat perlahan akan dirusak tanpa menimbulkan rasa sakit. Wanita hamil yang alkoholisme dapat melahirkan bayi yang abnormal dan keterbelakangan mental.

5. Pembengkakan Hati (Fatty Liver)
Dibawah ini merupakan beberapa faktor penyebab dari pembengkakan hati yang diakibatkan dari perlemakan pada organ hati:
1. Seseorang yang memiliki bobot tubuh yang berlebihan / kegemukan ( obesitas ).
2. Menderita kencing manis (diabetes).
3. Efek samping dari konsumsi minuman beralkohol dan bersoda.
4. Efek samping dari obat-obatan kimia, seperti kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning.
5. Seseorang yang kekurangan gizi atau akibat dari diet rendah protein.
6. Akibat berlebihan mengkonsumsi vitamin A sehingga mengakibatkan tubuh mengalami keracunan vitamin A.
7. Pasca operasi pada usus kecil yang sudah lama kemudian timbul kembali reaksi yang berlebihan pada usus kecil dan mengganggu fungsi hati.
8. Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi).
9. Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin.
10. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase.
11. Kekurangan kolesterol esterase.
12. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum).
13. Abetalipoproteinemia.
14. Sindroma Reye.
15. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti: makanan yang menggunakan banyak santan, makanan pedas, gorengan dan makanan atau minuman yang banyak menggunakan bahan pengawet makanan.

Gejala yang dapat dilihat antara lain: perubahan pada warna selaput mata yang putih menjadi kuning, perubahan pada warna urine menjadi kuning atu kecokelatan, sering mengalami nyeri terutama pada perut bagian atas, sering merasa mual ingin muntah, timbul bau mulut dan bau badan yang tidak sedap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s