Saraf Otak

1. Gangguan Pembuluh Darah Otak (GPDO) / Stroke
Adalah penyakit pada sistem syaraf pusat (otak) yang ditandai dengan gangguan pada peredaran darah, baik karena sumbatan pembuluh darah maupun pendarahan (pecahnya pembuluh darah) di otak sehingga menyebabkan gangguan anatomi dan fisiologi otak.

Faktor-faktor penyebabnya antara lain: tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, dll

2. Radang Otak / Selaput Otak
Adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya bakteri/virus/parasit kedalam otak dan selaput otak. Penyakit timbul apabila peradangan meluas sampai timbul bengkak otak dan atau abses (borok) otak sehingga menimbulkan penurunan kesadaran (koma).

3. Alzheimer
Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sindrom apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer sering dikatakan sebagai penyakit yang identik dengan orang tua.

Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun. Sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa penderita pertama yang dikenal menghidap penyakit ini ialah wanita di usia awal 50-an.

Faktor risikonya antara lain: pengidap hipertensi yang mencapai usia 40 tahun ke atas, pengidap kencing manis, kurang berolahraga, tingkat kolesterol yang tinggi, faktor keturunan (mempunyai keluarga yang mengidap penyakit ini pada usia 50-an).

4. Parkinson
Penyakit Parkinson (bahasa Inggris: paralysis agitans, Parkinson disease) adalah penyakit degeneratif saraf yang pertama kali ditemukan pada tahun 1817 (An Essay on the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson. Penyakit ini ditandai dengan adanya tremor pada saat beristirahat, kesulitan untuk memulai pergerakan, dan kekakuan otot.

5. Ataksia
(bahasa Inggris: ataxia, dystaxia), (bahasa Yunani: ατάξις) bukanlah penyakit, dan juga bukan sindrom. Ataksia adalah gejala berupa pudarnya kemampuan koordinasi atas gerakan otot.

6. Epilepsi
Ayan atau epilepsi adalah penyakit saraf menahun yang menimbulkan serangan mendadak berulang-ulang tak beralasan. Kata ‘epilepsi’ berasal dari bahasa Yunani (Epilepsia) yang berarti ‘serangan’.

Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, dan gerakan (otot). Pada penderita ayan, kadang-kadang sinyal-sinyal tersebut tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini diakibatkan oleh berbagai hal, antara lain: trauma kepala (pernah mengalami cedera di daerah kepala), tumor otak, kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, tumor otak, dan alkohol. Ayan mungkin juga karena genetika, tetapi ayan bukan penyakit keturunan.

7. Migrain
Adalah sindrom neurologis yang ditandai oleh persepsi tubuh yang berubah, sakit kepala parah, dan mual. Sakit kepala migrain yang khas adalah unilateral (satu sisi / sebelah) dan berdenyut, biasanya berlangsung 4 – 72 jam. Gejalanya termasuk mual, muntah, photophobia (meningkatnya kepekaan terhadap cahaya), dan phonophobia (meningkatnya kepekaan terhadap suara).

Penyebab migrain adalah idiopatik (timbul secara spontan atau tidak diketahui penyebabnya); teori yang diterima adalah suatu kelainan dari sistem kendali  serotonergic. Pemicu migrain adalah faktor apapun yang, pada paparan atau penarikan, mengarah kepada pengembangan migrain akut, antara lain:
– Reaksi alergi
– Lampu yang terang, suara keras, dan bau tertentu atau parfum
– Fisik atau stress emosional
– Perubahan pola tidur
– Merokok atau terpapar asap
– Makan berlebih
– Alkohol
– Fluktuasi siklus menstruasi, pil KB, hormon fluktuasi selama transisi menopause
– Ketegangan sakit kepala
– Makanan yang mengandung tyramine (anggur merah, keju yang dilayukan, ikan asap, hati ayam, buah ara, dan beberapa kacang-kacangan), monosodium glutamat (MSG) atau nitrat (seperti daging, hot dog, dan salami)
– Makanan lain seperti cokelat, kacang, selai kacang, alpukat, pisang, jeruk, bawang, produk susu, dan makanan yang difermentasi atau acar.
– Wewangian yang tajam/kuat.

8. Sakit Kepala
Secara medis dikenal sebagai cephalalgia (dilafalkan cephalgia). Sakit kepala adalah rasa sakit di dalam kepala. Terkadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas disebut juga sebagai sakit kepala. Jenis penyakit ini termasuk dalam keluhan-keluhan penyakit yang sering diutarakan.

Sakit kepala adalah masalah universal, dengan prevalensi hampir 99%, dan merupakan alasan paling umum untuk rujukan neurologis. Sakit kepala memiliki makna klinis sedikit akan tetapi juga mungkin menjadi pertanda adanya penyakit yang mengancam jiwa. Rasa sakit pada kepala disebabkan oleh traksi/penarikan, perpindahan, peradangan, spasme dari pembuluh darah, atau distensi dari struktur di kepala atau leher yang sensitif terhadap rasa nyeri.

9. Kanker Otak
Kanker otak terjadi ketika suatu massa dari jaringan kanker atau dikenal sebagai tumor otak, mengganggu fungsi otak. Gejala umum kanker otak adalah sakit kepala semakin meningkat, kejang, defisit neurologis fokal seperti kelemahan tangan atau kaki, masalah bicara, kesulitan berjalan, gangguan penglihatan, perubahan perilaku, dan lain-lain.

10. Sindrom Guillain–Barré (SGB)
Atau radang polineuropati demyelinasi akut adalah peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas. Pada kasus SGB, antibodi malah menyerang sistem saraf tepi dan menyebabkan kerusakan sel saraf karena antibodi merusak selaput myelin yang menyelubungi sel saraf (demyelinasi). Kerusakan yang ditimbulkan dimulai dari pangkal ke tepi atau dari atas ke bawah. Kerusakan tersebut akan menyebabkan kelumpuhan motorik dan gangguan sensibilitas. Jika kerusakan terjadi sampai pangkal saraf maka dapat terjadi kelainan pada sumsum tulang belakang.

Gejala-gejala yang dapat timbul pada penderita SGB adalah kehilangan sensitivitas, seperti kesemutan, kebas (mati rasa), rasa terbakar, atau nyeri, dengan pola persebaran yang tidak teratur dan dapat berubah-ubah. Penderita SGB parah, kerusakan dapat berdampak pada paru-paru dan melemahkan otot-otot pernapasan.

11. Vertigo
Adalah salah satu bentuk gangguan keseimbangan dalam telinga bagian dalam sehingga menyebabkan penderita merasa pusing dalam artian keadaan atau ruang di sekelilingnya menjadi serasa ‘berputar’ ataupun melayang.

12. Insomnia
Adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional, kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.

Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari: jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat), bekerja pada malam hari, sering berubah-ubah jam kerja, penggunaan alkohol yang berlebihan, efek samping obat (kadang-kadang), kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).

13. Hiperaktif
1. Tipe hiperaktif implusif
Anak yang mengalami hiperaktif implusif biasanya lemah dalam merespon. Perilaku implusif ditandai dengan melakukan sesuatu yang sulit untuk dikendalikan, seperti terlalu enerjik, lari ke sana ke mari, melompat seenaknya, memanjat-manjat, banyak bicara dan berisik. Selain itu, ia juga biasa melakukan segala sesuatunya tanpa pertimbangan dan sering kali ditunjukkan ketidaksabaran.

2. Tipe hiperaktif inatensi
Biasanya anak dengan hiperaktif seperti ini tidak mampu memusatkan perhatian secara utuh, tidak mampu mempertahankan konsentrasi. Selain itu, mudah beralih perhatian dari satu hal ke lain hal, sering melamun, sulit diajak berbicara atau menerima instruksi karena perhatiannya terus berpindah-pindah, pelupa dan kacau.

3. Tipe hiperaktif kombinasi
Biasanya anak kurang memperhatikan aktifitas dan mengkuti permainan atau dalam menjalankan tugasnya karena perhatiannya mudah terpecah. Selain itu, sering berubahnya pendirian yang ada di diri si anak, dan dalam melakukan sesuatu selalu aktif secara berlebihan.

14. Autisme
Adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitif, aktivitas dan minat yang obsesif. Karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang: interaksi sosial, komunikasi (bahasa dan bicara), perilaku-emosi, pola bermain, gangguan sensorik dan motorik
perkembangan terlambat atau tidak normal. Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil, biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.

15. Polio
Atau poliomielitis adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s