Mata

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Fungsi mata adalah mengetahui apakah lingkungan sekitarnya terang atau gelap dan memberikan pengertian visual.

Berikut ini beragam penyakit mata yang perlu diketahui:
1. Konjungtivitis
Adalah iritasi atau peradangan di bagian selaput yang melapisi mata. Gejalanya yaitu mata memerah, berarir, terasa nyeri, gatal, penglihatan kabur, dan keluar kotoran. Penyakit ini mudah menular dan bisa berlangsung berbulan-bulan. Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, antara lain: infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk, angin, bulu atau asap), pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu panjang dan kurang bersih.

2. Trakoma
Infeksi pada mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang berkembang biak di lingkungan kotor atau bersanitasi buruk serta dapat menular. Gejalanya antara lain: mata memerah, mengeluarkan kotoran, pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening, dan kornea terlihat keruh.

3. Keratokonjungtivitas Vernalis (KV)
Penyakit iritasi/peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejalanya antara lain: mata merah, berair, kelopak mata bengkak, gatal, dan adanya kotoran mata. Kadang ada penderita KV yang mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea sehingga menyebabkan nyeri yang akut.

4. Blefaritis
Peradangan yang terjadi pada kelopak mata akibat produksi minyak berlebihan dan berasal dari lapisan mata. Gejalanya berupa mata merah, panas, nyeri, gatal, berarti, terdapat luka di bagian kelopak mata dan membengkak, dan rontoknya bulu mata.

5. Ulkus Kornea (UK)
Infeksi pada kornea bagian luar dan biasanya terjadi akibat jamur, virus, protozoa, atau beberapa jenis bakteri seperti stafilokokus, pseudomonas atau pneumokukus. Awal terjadinya infeksi ini biasanya karena kelilipan atau tertusuk benda asing. Penyakit ini bisa terjadi di seluruh permukaan kornea sampai bagian dalam dan belakang kornea. Memiliki gejala mata merah, gatal, berair, nyeri, muncul kotoran mata, peka pada cahaya, terdapat bintik nanah warna kuning keputihan pada bagian kornea, dan gangguan penglihatan.

6. Katarak
Merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Walaupun sel-sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak.

7. Glaukoma
Merupakan kelainan mata yang ditandai dengan rusaknya saraf optik yang berfungsi untuk membawa pesan-pesan cahaya dari mata ke otak. Hal ini disebabkan oleh adanya kelebihan cairan humor yang mengisi bagian dalam bola mata. Cairan mata yang diproduksi oleh jaringan-jaringan di depan bola mata ini sebenarnya berfungsi untuk membawa makanan untuk kornea dan lensa mata.

8. Miopia
Atau sering disebut rabun jauh adalah jenis kelainan mata di mana penderitanya tidak dapat melihat benda dari jarakjauh dengan baik. Miopia sering disertai dengan gangguan mata silindris (astigmatis). Kelainan ini timbul dari dalam atau dibawa sejak seseorang masih kecil.

9. Hipermetropia
Adalah jenis kelainan mata di mana penderitanya dapat melihat dari jarak jauh dengan lebih baik daripada dari jarak dekat. Disebut juga dengan mata plus, rabun dekat, dan hiperopia. Hipermetropia umumnya muncul karena bertambahnya usia seseorang, biasanya di atas 40 tahun. Mata plus merupakan kelainan yang berasal dari luar (bukan bawaan).

10. Astigmatis
Adalah ketidakteraturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat tidak terpusatkannya sinar cahaya pada satu titik di selaput jala (retina) mata. Astigmatis menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan melihat sesuatu secara jelas atau menjadi kabur, terutama untuk objek-objek yang berukuran kecil.

11. Degenerasi Makular
(Bahasa Inggris: Macular degeneration) merupakan gangguan kronis pada mata yang ditandai oleh kemunduran jaringan pada bagian mata. Kemunduran ini terjadi di makula yang terletak di pusat retina. Penyakit ini tidak menyebabkan kebutaan total, tapi akan mengurangi kualitas penglihatan dengan panglihatan yang kabur atau menyebabkan titik buta di bagian tengah penglihatan. Gejalanya adalah: membutuhkan lebih banyak cahaya ketika membaca, sulit beradaptasi pada tempat dengan cahaya yang kurang, pandangan kabur, berkurangnya kemampuan melihat warna, sulit membedakan wajah orang lain, serta pandangan kabur atau kebutaan pada pusat penglihatan yang berkombinasi dengan hilangnya ketajaman penglihatan.

12. Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik merupakan komplikasi kronis diabetes mellitus berupa mikroangiopati progresif yang ditandai oleh kerusakan dan sumbatan pembuluh-pembuluh darah halus pada retina. Gejala Retinopati Diabetik adalah pandangan kabur dan floaters (benda yang melayang-layang pada penglihatan).
Penderita Diabetes Mellitus akan mengalami retinopati diabetik hanya bila ia telah menderita lebih dari 5 tahun. Bila seseorang telah menderita DM lebih 20 tahun maka biasanya telah terjadi kelainan pada retina.
Retinopati diabetes dapat menjadi agresif selama kehamilan. Setiap wanita diabetes yang hamil harus diperiksa oleh ahli optalmologi/ dokter mata pada trimester pertama dan kemudian paling sedikit setiap 3 bulan sampai persalinan.

13. Hordeolum (Bintitan)
Adalah infeksi atau peradangan pada akar bulu mata (folikel). Penyakit ini bukanlah disebabkan karena kebiasaan mengintip seperti yang sering disebut-sebut dalam mitos. Bintit mungkin saja sekaligus tumbuh lebih dari satu karena bakteri yang ada awalnya menyerang satu akar rambut kemudian menyebar ke akar rambut lainnya. Bintitan biasanya berkembang secara perlahan, membentuk benjolan merah yang menyakitkan. Lambat laun benjolan itu berisi nanah dan pecah. Keluarnya nanah akan mengurangi sakit dan biasanya dalam beberapa hari kemudian bintil akan hilang.

Tanda awal bintitan adalah rasa gatal dan sedikit nyeri di daerah pinggir kelopak mata. Pemicu bintitan adalah kebiasaan sering menggosok mata dengan tangan yang kotor sehingga bakteri masuk. Bintit di kelopak mata membuat kita tergoda untuk lebih sering memencetnya.

14. Buta Warna
Disebabkan oleh ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu yang disebabkan oleh faktor genetis. Penyakit ini merupakan kelainan genetika yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, sering juga disebut sex linked, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X, artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna laki-laki dan perempuan. Pada perempuan terdapat istilah ‘pembawa sifat’, hal ini menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna. Perempuan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelainan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya, tetapi wanita tersebut berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tersebut menderita buta warna.

15. Rabun Senja
Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.

16. Bercak Bitot (Bitot’s Spot) dan Xeroftalmia
Gangguan yang ditandai dengan adanya bercak putih seperti busa pada lapisan kornea sebelah luar. Gangguan ini merupakan kelanjutan dari Xeroftalmia dengan ciri khas adalah buta senja. Keadaan ini bila dibiarkan dapat menyebabkan kornea rusak dan hancur yang menyebabkan buta permanen (keratomalasia).

Gangguan ini disebabkan karena kekurangan vitamin A sehingga membuat konjungtiva dan kornea mata mengering. Juga bisa terjadi akibat gangguan lain seperti trakoma, luka bakar atau kelopak mata tidak dapat menutup. Gejala antara lain: mata kering, daya penglihatan menurun, bercak putih seperti jaringan parut di bagian putih mata.

17. Kanker Mata (Retinoblastoma)
Adalah kanker yang terjadi pada daerah di belakang mata yang peka terhadap cahaya (pada retina). Kanker dapat menyerang salah satu maupun kedua mata dengan cara menyebar ke kantung mata dan ke otak (melalui saraf penglihatan)

Penyebab terjadinya kanker mata adalah tidak adanya gen yang bersifat menurunkan tumor. Pada umumnya, kanker mata diturunkan berdasarkan gen keturunan. Gejalanya antara lain: pupil berwarna putih, mata juling (strabismus), mata nyeri dan merah, gangguan penglihatan, iris pada kedua mata memiliki warna yang berlainan, dan terjadi kebutaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s